Archive for May, 2007

Respek dan apresiasi

Monday, May 28th, 2007

Respek dan apresiasi

Oleh Anis Matta (tarbawi Edisi Jumadil Awal 1428 H)

Cintanya tidak hilang ketika Yusuf akhirnya benar-benar dijebloskan ke penjara. Ia bahkan mekar sejadi-jadinya. Maka ketika ia membuat pengakuan tulus atas perbuatannya menggoda Yusuf, setelah Yusuf keluar dari penjara, ia hanya punya satu maksud: “Agar ia tahu bahwa aku tidak pernah mengkhianatinya ketika ia tidak ada (karena berada dalam penjara)..”

Cinta Zulaikha kepada Yusuf berkembang dari sekedar cinta syahwat menjadi cinta misi yang lebih spiritualis. Yang menjelaskan perubahan itu adalah respek. Penilaian Yusuf justru menimbulkan respek Zulaikha. Apa yang membuat anak muda yang dipungut dan dibesarkan oleh istana itu bisa begitu gagah menolak godaan sang permaisuri? Itu membingungkan. Itu juga mengagumkan. Anak muda itu pasti punya sesuatu dalam dirinya. Dari situlah lahirnya respek Zulaikha pada Yusuf.

Kita selalu respek dan menghargai orang-orang yang memiliki prinsip dan berkarakter. Orang-orang seperti itu merupakan entitas sosial yang berdiri sendiri, independen, berjarak tapi justru seperti magnet; selalu menarik. Respek selanjutnya mendorong kita mengapresiasikan kehidupan, kepribadian, dan langkah apapun yang diambil oleh orang yang kepadanya kita respek.

Respek dan apresiasi adalah pekerjaan jiwa para pencinta. Setiap hubungan jangka panjang hanya bisa bertahan kalau ia dibangun dari respek dan apresiasi. Dan inilah keterampilan yang harus kita pelajari. Memahami, mengerti, dan menghargai orang yang kita cintai hanya mungkin kita lakukan jika kita bisa memahami, mengerti, dan menghargai diri kita sendiri. Respek dan apresiasi kepada diri sendiri membuat kita mampu menghargai dan mengapresiasi orang lain. Tapi respek dan apresiasi itu lahir dari fakta bahwa memang ada “sesuatu” yang berharga yang kita miliki yang patut dan harus kita dan orang lain hargai. Fakta itu harus nyata. Karena respek dan apresiasi itu adalah respons jiwa yang natural terhadap sesuatu yang juga natural. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dan tidak bagus untuk dipaksakan melalui apa yang kita sebut sebagai tradisi basa-basi.

Dengan begitu menjadi jelas bagi kita bahwa cara paling efektif membangun respek dan apresiasi terhadap diri kita sendiri adalah berusaha memiliki sesuatu yang berharga di dalam diri kita agar kita punya harga di mata kita dan di mata orang lain. Ketika kita punya harga yang pantas maka orang lain secara natural akan menghargai dan mengapresiasi kita.

jadi respek dan apresiasi dibangun sebagai faktor kohesi dari sebuah hubungan jangka panjang. Tapi itu harus bersifat mutual; sebab hanya ketika dua orang yang sama-sama punya harga bertemu mereka bisa saling respek dan saling mengapresiasi. Respek dan apresiasi yang bersifat mutual itulah yang menjadi salah satu fundasi yang kokoh dari hubungan Muhammad saw. dengan Khadijah : dua nilai bertemu, dua harga bertemu, dua pecinta bertemu, dan bravo, mereka jadi legenda cinta yang abadi..

umrah 2 tahun yang lalu

Sunday, May 27th, 2007

Bismillahirrahmanirrahim.

Ibadah Umroh yang saya lakukan kira-kira tanggal 20an bulan juli 2005. Ketika itu sebenernya saya sedang jadi panitia OSKM, tepatnya menjadi tim materi OSKM 2005 yang dikomandoi oleh akh Jalu TI’03..

Jadi kabur dulu 2 minggu untuk menghadap 4JJI di baitullah ^_^

Saya mulai dari mana ya…mmh iya umrah ini adalah umrah pertama saya (usia 20 tahun) ….sayangnya ayah, umi dan nadia tidak ikut, karena ketiganya harus beraktivitas di tempat kerja dan sekolah masing-masing….Jadinya saya pergi bersama andes.. adik kedua saya yang laki-laki (beliau sekarang kuliah di UNPAR jurusan Teknik sipil juga angkatan 2004 ).

Beruntung beliau laki-laki..,jadi saya tidak ada masalah dengan urusan mahram…Karena beliau

kan

mahram saya..

Hal seperti ini (masalah mahram) menjadi sangat ketat ketika berurusan dengan umrah dan haji…..seorang wanita yang belum menikah dilarang pergi umrah atau haji sendiri tanpa mahram (kalo pun diurus, maka visanya tidak akan keluar dari kerajaan Arab) …..kalaupun ia (akhwat ini ) tetap memaksa…mmh sebenernya ada trik2 yang digunakan oleh para penyedia perjalanan umrah (misal saya saat itu menggunakan perusahaan Safari Suci) yaitu mereka “memasangkan” jamaah ikhwan dengan jamaah akhwat untuk dijadikan muhrim sementara (hanya untuk di dokumen aja ko..kamar tidur mah tetep sendiri2 ^_^ ). Tentu saja proses memasangkannya dengan persetujuan dan keikhlasan dari masing-masing pihak.

Kebetulan saat itu masalah ini terjadi….

Ada

seorang akhwat lulusan IT

Australia

yang ikut jadi jamaah umrah, tapi dia pergi sendiri…(harusnya berdua tapi satu akhwat lainnya tidak mendapatkan visa, jadi teteh ini harus pergi sendiri ke Makkah Al Mukaromah).

hampir2 beliau juga ga pergi karena ada permasalahan dengan mahram ini….tapi Alhamdulillah ada seorang ustad yang pergi sendiri (tidak membawa istrinya), jadi solusinya, ustad ini sementara waktu  menjadi mahram dari akhwat tersebut. Alhamdulillah teteh ini jadi berangkat….problem clear….dan akhirnya teh rifna (nama akhwatnya) malah tidur sekamar dengan saya selama di Madinah Al Munawwarah, Mekkah Al Mukarramah, dan Jeddah. Malah jadi sahabat dekat…hingga sekarang pun masih suka contact2 lewat friendster..karena sekarang beliau bekerja di

Singapore

Itu kira-kira cerita awalnya…tentang proses awal sebelum keberangkatan ke Madinah…Oh iya rombongan jamaah berjumlah kurang lebih 30 orangan…sedikit ya…karena saat itu memang bukan peak season. Maklum itu

kan

pertengahan tahun…tidak banyak orang yang pergi di bulan itu….

Okey..selanjutnya proses pemberangkatan….

Tujuan pertama adalah Madinah Al-Munawwaroh….Pesawat yang digunakan adalah Garuda

Indonesia

…..(saat itu Alhamdulillah pesawatnya baik2 aja ko…no accident just like nowdays ^_^ ). Arin lupa nama airport nya…kalo ga salah nama raja Arab…King Abdul Aziz kalo ga salah…

Mulai berangkat dari Airport Cengkareng (a.k.a Soekarno-Hatta) dianter sama umi dan nadia..ayah datangnya telat karena harus ke kantor dulu…Kumpul di

sana

jam 1 PM…tapi baru check in jam 3 PM.dan boarding kalo ga salah jam 4 PM..

Saat itu sebenernya arin sama andes baru pertama kali ke luar negeri tanpa keluarga besar (plus ayah, umi, dan nadia)….usually we go abroad together

Dan saat itu kita ngerasa keren gitu deh hehehe….pergi ke tempat yang jauuuuuuuh banget only the two of us ….CoOL !!!

Yang pasti kita jd saling menguatkan dan memastikan bahwa we will be all right out there.…no Problem ….hehehe…

Saat umi nganter kita di bandara..umi meyakinkan kami kembali (itu untuk yang kesekian kali….) apa bener kita berani untuk pergi without them….She really worried about us…well umi is the GREAT mom that we have ever had…even if she was very busy…she always thinking about us…that’s really touching

dengan mantap kita menjawab..YES off course..we’ll be allright out there…padahal awalnya ga PD juga sih..soalnya perbekalan kami amat terbatas..kalo ada umi

kan

enak.. mau apa2 tinggal minta..kalo sekarang…mau beli sesuatu musti mikir2 dulu..kira2 uang yang ada bakal cukup ampe pulang ga ya….mmh..jadi perlu money management nih..

Akhirnya…dengan mantap dan Bismillah..the airways was flight wonderfully…everything seemed on control..

Di pesawat ustad asep yang jadi pembimbing jamaah ini mengajarkan kami banyak hal terkait doa dan kebiasaan2 dan kultur bangsa arab..

Oh iya karena umi masih takut terjadi apa2 dengan kita..maka semua orang tua yang ikut umrah  saat itu dimintai tolong supaya membantu menjaga kami..hehehe..praktis kami jadi pusat perhatian semua ibu2 yang ada saat itu ^_^.

Eh kembali ke pesawat ya…

Ustad asep memulai pengarahannya dengan meminta kita berdoa sebelum pesawat lepas landas….lalu beliau mulai mengajarkan apa2 saja yang perlu diperhatikan ketika prosesi umrah dilakukan..mulai dari berniat untuk umrah…masuk ke dalam baitullah..menatap ka’bah nan mulia..melakukan thawaf 7 putaran…dilanjutkan dengan berdoa di antara multazam dan pintu ka’bah….sholat di dekat maqam(jejak kaki) Ibrahim dan hijir Ismail … lari2 kecil di antara bukit safa dan marwah (sa’i)…kemudian terakhir sekali tahalul (memotong rambut, untuk ikhwan biasanya dicukur semua rambut kepalanya…akhwat mah ujung rambutnya aja yang dipotong).

itu sedikit cerita awalnya..nanti didetilkan lagi per bagian ya di cerita di bawah ini..

<span style=”mso-ansi-langu

Kearifan….

Thursday, May 24th, 2007

Bismillahirrahmanirrahim..

mau sedikit sharing…

Baru aja nonton metro TV…acara berita metro malam….ada sebuah dialog seru dan menurut arin ini bagus banget..pelajaran penting buat para pemimpin negara ini..termasuk untuk para calon generasi penerus bangsa….termasuk mahasiswa dan pelaku kaderisasi kampus..^_^

Apakah itu??

Begini ceritanya….Akhir2 ini sering kan kita dengar di berita tentang persidangan seorang mentri DPK (Kelautan dan perikanan) Bapak Rohmin Dahuri. Beliau disidang karena kasus dugaan korupsi dan penyelewengan dana non bujeter..yang ternyata setelah diungkap di persidangan…dana2 tersebut banyak yang masuk ke tim2 kampanye pemilu Presiden RI 2004 kemarin…

SAlah satu yang terungkap bahwa dana tersebut mengalir ke tim sukses SBy, GUs solah (Ca wapres Wiranto), mEgawati, Amin rais, dll yang lain masih belum terungkap…

Yang menarik dari interview Meutia Hafidz dengan gUS solah dan bapak dari perwakilan tim SbY ( ketua bidang keagamaan sBY) ini terbaca  bahwa interview ini merupakan bentuk pencerdasan moral dari media kepada masyarakat Indonesia…ko bisa ??

Iya, karena jelas sekali terlihat bahwa kedua tokoh ini MAU MENGAKUI bahwa mereka telah menerima dana non bujeter tersebut…mereka secara eksplisit langsung mengiyakan…lalu ketika ditanya apakah ke2 nya tidak curiga bahwa uang sebesar @RP 200 juta tersebut berasal dari dana DKP…. kedua nya menjawab bahwa tidak pernah berfikiran itu adalah dana DPK, karena ke2nya telah kenal Rohmin Dahuri cukup lama…dan pa rohmin sendiri mengatakan bahwa uang itu bukanlah dan DKP…

selanjutnya yang resonance adalah ketika gus Solah mengatakan bahwa ia mengakui telah menerima dana tersebut (Rp 200 juta,red) dan ia bertanggungjawab atas adanya dana tersebut di kantong nya…malah ia ketika ditantang apa mau datang bila dipanggil ke pengadilan..dengan gamblang ia akan hadir..karena ia merasa berkepentingan untuk mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia..kemudian bila ia diminta pengadilan untuk mengembalikan dana tersebut..maka ia pun dengan lugas akan mengembalikan 200 juta tersebut..karena itu adalah uang negara….

Lalu ketika ditantang..bagaimana bila menurut pengadilan gus solah divonis bersalah karena telah menerima dana sumbangan pemilu yang lebih besar dari Rp 100 juta (aturan pemilu, red)…dan diancam hukuman penjara 2 tahun….?? maka gus solah dengan mantap menjawab  ia bersedia untuk menanggung hukuman tersebut bila memang demikian yang telah diputuskan oleh pengadilan..

hal serupa juga diungkapkan oleh pihak dari tim SBy (Arin lupa namanya siapa)…

Subhanallah..betapa luar biasa apa yang arin simak tadi…akhirnya ada tokoh2 bangsa ini yang mau jujur dengan hati nuraninya sendiri…betapa Bangsa ini membutuhkan orang2 seperti itu..orang2 yang ketika bersalah mengakui apa yang menjadi kekhilafannya…di saat semua orang yang dituduh berlomba-lomba meningkari telah menerima dana DPK tersebut..masih ada orang2 yang mau mengakui kesalahannya..

BAngsa ini membutuhkan figur2 pemimpin yang mampu meresonansi rakyat indonesia..

meresonansi dengan kelururan akhlak dan budi pekertinya…tak malu mengakui kesalahan ketika diluruskan oleh rakyatnya..seperti Umar bin Khatabb yang mau dinasihati oleh seorang wanita arab….

sudah saaatnya muncul ruh2 baru untuk mengisi ruang2 publik..yang sudah teruji mentalitas dan komitmennya terhadap dakwah islam…

Dan kampuslah tempat persemaian terbaik untuk menghasilkan kader2 yang kelak mampu menunjukan izzah islam…bukankah islam telah mengajarkan kejujuran kepada kita…islam pulalah yang mengajarkan kepada kita untuk jantan mengakui kesalahan kita…bukankah 4JJI lebih menyukai orang yang berbuat salah lalu ia memohon ampun kepada Rabb nya..

Semoga sedikit apa yang ditulis ini bisa membangkitkan lagi semangat yang sudah mulai meluntur terhadap dakwah…

Bahwa apa yang kita lakukan di kampus ini mungkin hasilnya tak tertuai hari ini juga..mungkin 10 atau 20 tahun lagi baru terasa..akan semakin banyak pemimipin2 bangsa yang memiliki karakter bak Umar Bin khatabb yang sensitif terhadap penderitaan warganya…atau bak Abu bakar yang tegas ketika menumpas pembangkangan kaum muslimin yang tidak mau membayar pajak….

dan itu terjadi karena di kampus ada kakak2 mentornya yang pernah menceritakan kisah2 heroik para shahabat dan shabiyyah rasulullah..

semoga apa yang kita lakukan ini menjadi sedikit bentuk investasi kita akan bangkitnya Indonesia yang lebih baik kelak..dan tentu saja semoga islam berjaya di negeri ini..

terimakasih atas inspirasinya Gus solah..semoga semakin banyak pemimpin2 bangsa ini yang sadar bahwa kejujuran adalah segala2nya. meskipun hal itu pahit tapi api neraka lebih pahit dan menyakitkan….

Dan semoga masyarakat indonesia terresonansi untuk juga menjadi lebih baik lagi….

we need a strong community to build this country..and it’s begin in campus…

wallahu’alam

arin